Label

IPS (26)
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Kelas XII Semester 1 Modul 1

Keanekaragaman Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultur Di Indonesia


Keanekaragaman Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural di Indonesia
Analisa Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
  • Kelompok ras / etnik
Pengertian ras menyangkut aspek biologis (fisik) dan aspek sosial (kebiasaan)
Kelompok etnik menurut Francis : suatu komunitas yang menampilkan persamaan bahasa adat istiadat, kebiasaan, wilayah, bahkan sejarah. Etnik ditandai dengan persamaan warisan kebudayaan dan ikatan batin (wefeeling).
Menurut Koentjaraningrat : sama dengan suku bangsa
  • Kelompok agama dan kepercayaan
  • Kelompok sosial yang didasarkan gender
  • Kelompok sosial berdasarkan profesi
  • Kelompok sosial berdasarkan klan

Kelas XII Semester 1 Modul 1

Perkembangan Kelompok Sosial Masyarakat Multikultur Di Indonesia

PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL --> Multikultur
          Kelompok social bukan merupakan kelompok yang statis. Setiap kelompok social selalu mengalami perkembangan atau perubahan. Beberapa kelompok social sifatnya lebih stabil dari pada kelompok lainnya. Strukturnya tidak banyak mengalami peubahan yang mencolok. Namun, adapula kelompok social yang mengalami perubahan yang cepat, walaupun tidak ada pengaruh dari luar.

Kelas XII Semester 1 Modul 1

Peranan Pendidikan Multikultur Dalam Menjaga Integritas Bangsa

 Pendidikan adalah suatu usaha sadar manusia mempersiapkan generasi mudanya. Dalam mempersiapkan generasi muda tersebut, pendidikan harus mulai dari apa yang sudah memilikinya dan apa yang sudah diketahuinya. Apa yang sudah dimilikinya dan sudah diketahuinya itu adalah apa yang terdapat pada lingkungan terdekat peserta didik terutama pada lingkungan budayanya. Prinsip ini berkenaan dengan cara bagaimana peserta didik belajar.

Kelas XII Semester 1 Modul 2

Masyarakat Multikultur

PENGERTIAN MULTIKULTURAL


           Dunia ini di ciptakan oleh Allah sebagai suatu sarana pemenuhan kebutuhan bagi manusia. Dan Allah menciptakan makhluknya selalu berpasang-pasangan, sedangkan dalam Al-Quran Allah berfirman bahwa telah kami ciptakan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Maka dari itu jelaslah, dalam pandangan islam suatu kemajemukan masyarakat itu memang sudah ada dari awal penciptaan manusia.

Sejarah Desa Bebetin




        Dalam penyusunan sejarah Desa Bebetin. Penyusun mempergunakan beberapa cara, terutama pengumpulan dokumen dan mengadakan wawancara dengan para tetua yang diperkirakan dapat memberikan penjelasan tentang lahirnya Desa Bebetin.

Disamping itu penyusun sejarah ini kami dasrkan pada prasasti Desa Bebetin yang telah diterjemahkan oleh Almarhum I Ketut Ginarsa, 1966 ( Karyawan Gedong Kertya Singaraja ). Turunan Rontal druwen Jero Pasek Menyali, yang diketik tanggal 3 Maret 1988 oleh I Made Pardika dengan judul “ Gegaduhan Prabu Sakti “ serta sebuah buku yang berjudul Katuturan Jero Pasek Bulian yang disusun oleh I Gusti Bagus Sudiasta, 1977

Kelas X Semester 1 Bab III



Sumber Ekonomi yang Langka dan Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas
“Kegiatan Belajar 1”
A.    Barang/Benda Sebagai Alat Pemenuhan Kebutuhan Manusia
1.      Jenis-Jenis Dan Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan Manusia
Barang atau benda adalah segala sesuatu yang menjadi sarana, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sedangkan jasa adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak berwujud.
Alat atau jenis pemenuhan kehidupan manusia yang berupa barang dapat dibedakan menjadi beberapa macam sebagai berikut :

Kelas X Semester 1 Bab II



KEBUTUHAN MANUSIA
·        Pengertian Kebutuhan Manusia
Dalam kenyataannya setiap orang selalu duharapkan kepada berbagai macam kebutuhan yang beraneka ragam yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, seperti makanan, pakaian, transportasi, pendidikan, perumahan dan sebagainya.

Kelas X Semester 1 Bab IV



Permasalahan Ekonomi
A.   Masalah Pokok Ekonomi
Tumbuhnya dunia ekonomi modern yang semakin luas, dan semakin komples, dimana pokok persoalan ekonomi yaitu “bagaimana memenuhi kebutuhan manusia dengan sumber daya yang terbatas” merupakan masalah yang rumit, karena menyangkut cara menggerakkan dan digerakkan oleh jutaan orang, ribuan perusahaan besar kecil, dan sangat dipengaruhi oleh bermacam-macam hal, yang kesemuanya itu saling kait-mengkait dan pengaruh-mempengaruhi. Oleh karena itu pokok permasalahan ekonomi dalam masyarakat modern perlu dirinci ke dalam beberapa persoalan yang harus dipecahkan, yaitu :

Kelas X Semester 2 Bab IV




A.   Manfaat dan Nilai Suatu Barang
Perilaku Konsumen dan Perilaku Produsen
1.      Guna atau Manfaat Barang
Suatu barang diperlukan manusia jika barang tersebut berguna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika tidak diperlukan, maka suatu barang tidak mempunyai nilai guna bagi seseorang.
Macam-macam kegunaan atau manfaat suatu barang :

Kelas X Semester 2 Bab II



Prinsip Ekonomi dan Motif Ekonomi
1.     Prinsip Ekonomi
Dari pokok persoalan ekonomi, yaitu “Bagaimana orang dapat memenuhi kebutuhan hidup yang banyak dan beraneka ragam itu dengan sumber-sumber daya yang terbatas atau langka?” dari kenyataan tersebut kita harus mencari cara bertindak yang tepat untuk mengatasinya, yaitu dengan memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang langka itu dengan se-efisien dan serasional mungkin. Hal itu disebut dengan cara ekonomis.

Kelas X Semester 2 Bab III



Kegiatan Ekonomi dan Pelaku Ekonomi
A.    Kegiatan Ekonomi
Berbagai jenis kegiatan dilakukan oleh manusia dan setiap orang mempunyai serta melakukan kegiatan ekonomi yang berbeda-beda dengan lainnya.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam kehidupan ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu konsumsi, kegiatan produksi, dan kegiatan distribusi.

Kelas X Semester 2 Bab V





Permintaan dan Penawaran
Kegiatan Belajar 1
A.   PERMINTAAN
1.      Pengertian Permintaan 
Permintaan adalah berbagai jenis dan jumlah barang dan jasa yang diminta pembeli pada berbagai kemungkinan harga dalam periode tertentu di pasar
2.      Hukum Permintaan (The Law Of Demand)

Kelas X Semester 2 Bab VI




Harga Keseimbangan Dan Elastisitas
KESEIMBANGAN PASAR
a.      Fungsi permintaan dan penawaran, kurva permintaan dan penawaran
1.      Fungsi permintaan
a.       Fungsi ialah, suatu hubungan memasangkan setiap elemen dari suatu himpunan terhadap satu elemen himpunan lain dengan tepat.
b.      Fungsi permintaan
Variabel yang mempengaruhi (P), variable yang dipengaruhi (Q).
Q = f(P)
·        Fungsi permintaan linier
Secara matematis ditulis:
Q = f(P), Q = a-Bp
Sehingga diperoleh rumus:
(P-P1)/(P2-P1) = (Q-Q1)/(Q2-Q1)

Kelas X Semester 2 Bab VI




Harga Keseimbangan Dan Elastisitas
KESEIMBANGAN PASAR
a.      Fungsi permintaan dan penawaran, kurva permintaan dan penawaran
1.      Fungsi permintaan
a.       Fungsi ialah, suatu hubungan memasangkan setiap elemen dari suatu himpunan terhadap satu elemen himpunan lain dengan tepat.
b.      Fungsi permintaan
Variabel yang mempengaruhi (P), variable yang dipengaruhi (Q).
Q = f(P)
·        Fungsi permintaan linier

Kelas X Semester 2 Bab VI




Harga Keseimbangan Dan Elastisitas
KESEIMBANGAN PASAR
a.      Fungsi permintaan dan penawaran, kurva permintaan dan penawaran
1.      Fungsi permintaan
a.       Fungsi ialah, suatu hubungan memasangkan setiap elemen dari suatu himpunan terhadap satu elemen himpunan lain dengan tepat.
b.      Fungsi permintaan
Variabel yang mempengaruhi (P), variable yang dipengaruhi (Q).
Q = f(P)
·        Fungsi permintaan linier

Kelas X Semester 2 Bab VII




BENTUK - BENTUK PASAR
1. Pengertian Pasar
Pasar adalah merupakan proses hubungan timbal balik antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang / jasa yang diperjualbelikan.
Alasannya tempat bertemunya penjual dan pembeli tersebut bisa dimana saja. Hal ini berarti yang membedakan pasar dan bukan pasar adalah kegiatan yang dilakukan yaitu transaksi jual beli.

2. Syarat Pasar
a. Ada Penjual
b. Ada Pembeli
c. Ada Uang
d. Ada Barang
e. Ada Tempat

Kelas XI Semester 3 dan 4 Kegiatan Belajar 1




PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT SERTA PENGARUH YANG DI TIMBULKAN DI BERBAGAI DAERAH
1.      Masuknya Kekuatan-Kekuatan Asing di Indonesia
Berkembangnya pengaruh paham-paham bangsa Eropa di dunia timur termasuk Indonesia, tidak terlepas dari keadaan eropa saat itu. Bangsa Eropa yang datang ke dunia timur disebabkan oleh kondisi bangsa eropa yang sangat memerlukan rempah-rempah yang didatangkan dari dunia timur. Salah satunya bangsa yang merupakan sumber penghasil rempah-rempah adalah Indonesia.
Pada awalnya eropa mendapatkan rempah-rempah pada bandar-bandar  yang ada di laut tengah. Tetapi setelah Kesultanan Turki Usmani mengembangkan kekuasaan di laut tengan, muncul pelarangan terhadap pedagang-pedagang eropa melakukan kegiatan di laut tengan. Dengan tertutupnya aktivitas perdagangan bangsa-bangsa eropa di laut tengan muncul keinginan bangsa eropa untuk mencari sendiri pusat rempah-rempah yang ada di dunia timur. Hal ini mengakibatkan berkembangnya penjelajahan Samudra yang dipelopori oleh Spanyol dan Portugis.

Kelas XI Semester 3 dan 4 Kegiatan Belajar 1





PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT SERTA PENGARUH YANG DI TIMBULKAN DI BERBAGAI DAERAH
1.      Masuknya Kekuatan-Kekuatan Asing di Indonesia
Berkembangnya pengaruh paham-paham bangsa Eropa di dunia timur termasuk Indonesia, tidak terlepas dari keadaan eropa saat itu. Bangsa Eropa yang datang ke dunia timur disebabkan oleh kondisi bangsa eropa yang sangat memerlukan rempah-rempah yang didatangkan dari dunia timur. Salah satunya bangsa yang merupakan sumber penghasil rempah-rempah adalah Indonesia.
Pada awalnya eropa mendapatkan rempah-rempah pada bandar-bandar  yang ada di laut tengah. Tetapi setelah Kesultanan Turki Usmani mengembangkan kekuasaan di laut tengan, muncul pelarangan terhadap pedagang-pedagang eropa melakukan kegiatan di laut tengan. Dengan tertutupnya aktivitas perdagangan bangsa-bangsa eropa di laut tengan muncul keinginan bangsa eropa untuk mencari sendiri pusat rempah-rempah yang ada di dunia timur. Hal ini mengakibatkan berkembangnya penjelajahan Samudra yang dipelopori oleh Spanyol dan Portugis.

Kelas XI Semester 3 dan 4 Kegiatan Belajar 2





PERLAWANAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA
DALAM MENENTANG DOMINASI ASING PADA ABAD 19
1.      Perlawan Rakyat Maluku Tahun 1817
Tidak sewenang-wenang yang dilakukan VOC di Maluku kembali dilanjutkan oleh pemerintah Kolonial Belanda setelah berkuasa kembali pada tahun 1816 dengan berakhirnya pemerintah Inggris di Indonesia tahun 1811-1816. Berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda di bawah ini menyebabkan timbulnya perlawanan rakyat Maluku.
a.       Penduduk wajib kerja paksa untuk kepentingan Belanda misalnya di                  perkebunan-perkebunan dan membuat garam.
b.      Penyerahan wajib berupa ikan asin, dendeng dan kopi.
c.       Banyak guru dan pegawai pemerintah diberhentikan dan sekolah hanya di buka di kota-kota besar saja.
d.      Jumlah pendeta dikurangi sehingga kegiatan menjalankan ibadah menjadi terhalang.
e.       Secara khusus yang menyebabkan kemarahan rakyat adalah penolakan Residen Van de Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipisah sesuai dengan harga sebenarnya.

Kelas XI Semester 3 dan 4 Kegiatan Belajar 3





PROSES KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA
1.      Lahirnya Nasionalisme Di Indonesia
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari Nasionalisme yaitu sebagai berikut ini :
1)      Joseph Ernest Renan. Nasionalisme adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan dorongan kemauan dan kebutuhan psikis. Sebagai contoh adalah bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu bangsa dan memiliki Negara.
2)      Otto Bauer mengatakan. Nasionalisme adalah kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan nasib, contohnya nasionalisme Negara-negara Asia.
3)      Hans Kohn. Nasionalisme adlah kesetiaan tertinggi yang diberikan individu kepada Negara dan bangsa.
4)      Louis Snyder. Nasionalisme adalah hasil dari factor-faktor politis, ekonomi, social dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagai contoh timbulnya nasionalisme di Jepang.